KEMBALI ISU PENCAPLOKAN WILAYAH INDONESIA OLEH MALAYSIA

Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) menegaskan, tak ada bukti terjadinya pencaplokan wilayah Indonesia oleh Malaysia di Tanjung Datu dan Camar Bulan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Kedua daerah itu masih menjadi bagian Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Bakosurtanal Asep Karsidi di Jakarta, Senin (17/10).

"Enggak (ada pencaplokan). Yang ada di Tanjung Datu itu karena abrasi kok. Hilang karena abrasi," cetusnya saat ditemui usai acara Hari Pencanangan Geospasial untuk Negeri di Hotel Grand Sahid Jaya.

Dia menjelaskan, abrasi wilayah pantai Tanjung Datu itu memang melahap wilayah daratan RI. Tapi, 51 patok sebagai batas wilayah RI tak berubah.

Begitu pula di daerah Camar Bulan, tak ada pemindahan patok yang terbuat dari cor semen itu.

Hal yang menurutnya menimbulkan kontroversi dugaan pemindahan patok batas wilayah hanyalah bekas hasil pembangunan penduduk sekitar yang dikira sebagai tapal batas yang bergeser.

"Setelah dihitung (koordinatnya), itu bukan batas, tapi bekas orang mengaduk (semen)," ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat seharusnya tak perlu khawatir atas upaya pencaplokan yang dilakukan negeri jiran. Sebab, ada bukti hitam di atas putih berupa pencatatan koordinat batas kedua negara berdasarkan perjanjian 1978.

Koordinat itulah yang menjadi patokan baku tapal batas kedua negara. "Mungkin Malaysia bikin patok sendiri untuk titik ukur mereka, tapi wilayah kita sendiri dan (wilayah) mereka tetap. Kalau patok digeser, ada catatan kok.

 

(sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/10/10/268996/284/1/Bakosurtanal-Bantah-Camar-Bulan-dan-Tanjung-Datu-Dicaplok-Malaysia)

scroll up