Penggunaan Pakaian Dinas Tradisional Gagrak Ngayogyakarta Di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta

Bahwa dalam rangka melestarikan, mempromosikan dan mengembangkan salah satu budaya daerah melalui  penggunaan busana tradisional Yogyakarta, maka perlu mengatur mengenai penggunaan Pakaian Dinas Tradisional Gagrak Ngayogyakarta di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang di tetapkan dalam Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 173 Tahun 2014 tanggal 28 Maret 2014 Tentang Penggunaan Pakaian Dinas Tradisional Gagrak Ngayogyakarta di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta


Ketentuan penggunaan Pakaian Dinas Tradisional Gagrak Ngayogyakarta adalah sebagai berikut :
a.    pegawai putra :
1.    baju surjan (takwa) bahan dasar lurik;
2.    blangkon batik cap atau tulis;
3.    kain/ jarik batik yang diwiru biasa dan berlatar warna hitam atau putih;
4.    Setagen/ lonthong;
5.    kamus timang;
6.    memakai keris atau duwung; dan
7.    memakai selop/cenela.
b.    pegawai putri :
1.    baju kebaya tangkepan;
2.    kain/ jarik batik yang diwiru biasa dan  berlatar warna hitam atau   putih;
3.    rambut menggunakan gelung tekuk/menyesuaikan; dan
4.    memakai selop/cenela.

Ketentuan Penggunaan Pakaian Dinas Tradisional Gagrak Ngayogyakarta dikecualikan bagi pegawai yang melaksanakan tugas operasional di lapangan yang tidak memungkinkan menggunakan Pakaian Dinas  Tradisional Ngayogyakarta dan akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Kepala SKPD/Unit Kerja masing-masing.

Untuk melihat ketentuan Keputusan Walikota selengkapnya dapat dilihat di dalam konten produk hukum mengenai Keputusan Walikota Yogyakarta di Jaringan Dokumentasi dan Informasi Bagian Hukum Setda Kota Yogyakarta.




Sumber : Kepwal Nomor 173 Tahun 2014

dn

scroll up