Pengendalian Pembangunan Hotel di Kota Yogyakarta

 

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah kunjungan wisata utama di Indonesia. Hal ini menjadikan banyak investor yang menanamkan modalnya di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya di kota Yogyakarta untuk membangun Hotel.

Berdasarkan data dari Dinas Perizinan Kota Yogyakarta, terdapat 64 hotel baru yang mengajukan izin pembangunan dalam dua tahun terakhir. Sebagian besar berlokasi di tempat wisata utama Kota Yogyakarta yaitu di seputaran Malioboro. Selain hotel, juga akan ada pembangunan sejumlah kondotel di Gondokusuman dan di Yogyakarta bagian selatan . Sebagian besar sudah dalam proses pembangunan.

Mengingat luas wilayah Kota Yogyakarta hanya kurang lebih 32 kilometer persegi dan dalam rangka menjaga kualitas pelayanan pariwisata, maka perlu pengaturan pengendalian pembangunan hotel.

Berdasarkan hal tersebut maka pada tanggal 20 November 2013 telah ditetapkan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 77 Tahun 2013 tentang Pengendalian Pembangunan Hotel.

Pengendalian dilakukan dengan menghentikan sementara penerbitan izin mendirikan bangunan hotel di Kota Yogyakarta sejak 1 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016

Permohonan IMB bangunan hotel yang telah terdaftar pada Dinas Perizinan sebelum 1 Januari 2014, maka perizinannya tetap diproses berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Khusus pengembangan hotel yang sudah mempunyai izin dan pembangunan pengembangan fasilitas Stasiun Tugu Yogyakarta diberikan pengecualian dari penghentian
sementara penerbitan izin mendirikan bangunan hotel.

 

Sumber : Perwal No 77 Tahun 2013

 

 

 

 

scroll up